#MillennialMom


I was sitting down and enjoying my Cheetos Puffs Cheese after ironing all the clothes when this word came to my mind; Millennial Mom! Sounds catchy and insightful, doesn't it?! Two big words in one phrase. To make it even cooler, let's add the hashtag! #MillennialMom (or Dad) Yeah yeah yeah HOHOHO ..

I always thought that I'm a Gen X; a generation that sandwiched between the two larger demographic cohorts, the Baby Boomers and the Millenials. Or maybe you can label us as the MTV Generation! But again when Wikipedia describes the Millenials, it also said those who are born in the early 1980s as starting birth years and the mid-1990s to early 2000s as ending birth years. Lah terus aku galau! Mendadak kehilangan jati diri! Apakah mungkin aku termasuk kategori cabe - cabean?! Cabe koq segede gini ya?! HAHAHA ;) Ya anggep aja saya ini ibarat Muggle ya macam Hermione Granger. Apa sih Gill?!  A Gen X that adopts Millenials lifestyle! #okelah #siplah #sakarepmulah

... And you know you're a #MillenialMom (or Dad) when you are young and dangerous maybe HAHAHA, creative, up to challenges, live in this social media era, know what you want, do things a bit different from your parents in terms of parenting style and maybe everything HAHAHA, have the guts to break the status quo, open minded but somehow traditional and conventional in a way. Umh, anything to add on?! Oh! Especially for the mommies, you know how to take good care of yourself too! :)

By then, it applies to everybody regardless you're a full time mom, working mom, k-drama lover mom, dancing mom, blogger mom, instagram mom, celebrity mom ... you name it! As long as you're a mom, you're most welcome to join the club! Bebas biaya pendaftaran, sis! ;)





The Myth, The Theory, and The Google
Ini kombinasi paling maut di era parenting saat ini menurut saya! Sebagai #MillenialMom biasanya kita ga langsung plek - plek menerima setiap informasi begitu aja. Yes, we google it! Nah!! Yang jadi riweh itu kalo apa kata google bertentangan dengan kebiasaan atau kepercayaan dari orang lain seperti misalnya orang tua kita. Kadang ditambah kata dokter beda lagi, eh terus ada temen yang bilang beda lagi. Keblinger jadinya!! 

Fyi, I'm not saying that our parents are totally wrong and I don't have any intention to disrespect them. What I'm trying to share here is what happens in general during these days. Let's agree to disagree :)

Saya punya temen yang akhirnya nyerah memberikan ASI eksklusif karena akhirnya udah cape duluan kena bombardir sana sini karena saat itu posisinya baru melahirkan dan ASI-nya belom kuar sempurna, dan anaknya nangis mulu .. dan lebih mirisnya suaminya protes karena harus pumping teratur kan jadi ga bisa diajak pergi - pergi. I was like what?!! 

Skenario soal ASI rasanya cukup familiar ya dan saya ga bilang kasih susu formula itu salah atau jelek coz I have nothing against it. Yang saya mau highlight adalah si ibu-nya. Bisa dibayangkan saat dia mau berjuang kasih yang terbaik untuk buah hatinya tapi tidak mendapat dukungan dari banyak pihak. Padahal kita tau teorinya adalah tubuh kita sebagai perempuan sedan beradaptasi untuk memulai sesuatu yang baru yaitu menghasilkan ASI dan untuk beberapa orang termasuk saya, it doesn't happen in one night. Saya sendiri berjuang buat kasih Gide ASI eksklusif. Sempet stress iya, sempet kasih formula juga iya, tapi puji Tuhan saya dapet dukungan dan kebebasan dari orang - orang sekitar saya yang mana puji Tuhan lagi akhirnya cita - cita saya untuk memberikan Gide ASI eksklusif tercapai. Again, ini bukan soal ASI ekslusif VS Sufor, .. udah basi itu ceritanya!

ASI ini cuma salah satu skenario yang ada. Ada apa lagi?! More than you can imagine, mamas! Cara gendong anak, jam tidur anak, kapan haru mulai MPASI, dikasih makan apa. Belom lagi kalo anak sakit. Some people say you have to cover up the kids, but from what I know, all you need to do is put thin layer of clothes so the heat will come out from their body. Ayo pilih yang mana?!

Ga ada abisnya, cuy!

Ya makanya saya bilang tadi, ini kombinasi paling mau di dunia per-#MAMAYUKERO-an! *sigh*

The Social Media Regime  
Siapa di sini ibu - ibu yang rajin share foto anaknya di social media?! SAYA! Angkat tangan tinggi - tinggi!! HAHAHA .. Saya bisa dibilang termasuk ibu yang aktif di social media dan platform saya itu dua, blog & instagram! Yes, I'm #momwithcamera ;)

Personally, saya ngerasa waktu berjalan, .. eh berlari cepet banget! I like to keep my memories in visual form; pictures and writing. Kalo dulu mami saya rajin bener tuh cuci cetak foto terus ditaro di album foto dan dihias - hias albumnya. Masih ada loh btw! For me, I'm doing it through blog and instagram. As simple as that! For my own pleasure! Kalo ada yang kebetulan baca atau liat postingan saya jadi bahagia, ya saya ikut bahagia. Kalo ada yang pas baca mendapatkan pencerahan, saya berasa lebih cerah lagi HAHAHA ... 

Some #MillennialMom(s) are even ... greater! In my word! Saya bener - bener salut sama buibuk instagram dan buibuk blogger yang kalau bikin review tuh detail banget. Mulia banget gitu hatinya! Suer deh! Saya ini kan tipenya buibuk blogger hore - hore, jadi ya isi blog dan instagramnya juga hore - hore HOHOHO :) 

Salut saya ga berenti sampe di situ, salut sama mereka yang rajin balesin komen sama DM dari ibu - ibu laennya padahal .. nah ini ada padahalnya. Padahal apa yang mereka tulis itu udah cukup lengkap! Udah pake di-tag juga pihak yang bersangkutan, tapi tetep aja loh ada yang nanya lagi. Saya pernah liat ada satu postingan tentang vaksin MMR yang mana udah dijelasin dari harga, klinik, dokter, efek, bla bla bla semuanya lah .. Terus ada yang komen di bawahnya, "Mom, ini nama kliniknya apa ya?" and there's one comment yang menurut saya bikin gemes, "Mom, kalo di klinik itu bayar pake cc bisa ga, soalnya suka ga bawa uang cash" ... *tepok jidat*

Saya sempet bilang ke salah satu buibuk instagram juga, "Aku berasa jahat loh komen beginian tapi koq gemes ya bacanya" ...

I mean, there's a thing called google where you can find almost anything! Jodoh juga bisa kayaknya kalo getol! Another thing, si #mamareview ini udah share panjang bla bla bla ya dibaca lah yang bener! Being a #MillennialMom is not just about socially active in social media, but gain benefit from it by being a smart reader, smart follower, ya begitulah! 

Bagian ini saya sudahi aja deh, takut suudzon! Beneran!!  

Oh! Ada lagi! Jiah dia lanjut!! HOHOHO ... I'm grateful for social media. Ya iyalah, saya bisa nambah temen baru dari sini. Yuk kopi darat lagi buibuknya! HAHAHA .. Yuk playdate lagi!! Bisa tau info ini itu, review ini itu, apapun lah!

Tapi di satu sisi saya cuma mau ingetin lagi kalo setiap anak itu berbeda dan spesial! Yes, they are special in their own way .. And it goes to you too, Mommas!!! Don't ever compare your child with other child coz somehow they "look" better, prettier, more handsome, not a picky eater or whatsover ..

Karena di situlah a true #MillenialMom dilihat kualitasnya! Embrace your motherhood, embrace your children, embrace your creativity, ... read more, learn more! Last but not least, pray more! Be more grateful!! Tiga kata terakhir, good vibes only! Tsah!!!! ;)

The Mom VS Mom
Kalo dulu saya cuma tau ibu kota tuh lebih kejam daripada ibu tiri, but now I know that motherhood can be so nasty too! Pardon my language but it's true! 

"Gill, anak loe udah makan apa aja?"
"Gide udah makan bla bla bla .. basically sama kayak apa yang gw makan sih"
"Oh gitu! Eh anak gw juga udah makan bla bla bla"

Baru urusan makan ya! Belom ntar saya ditanya Gide bisa ini itu atau engga. Ya kalo bisa saya bilang bisa, kalo ga bisa ya saya bilang ga bisa. Ujungnya ya begitulah, anaknya bla bla bla yang terhebat! 

Salah Gill ngebanggain anak sendiri?! Ya kaga sih! Cuma kalo ujungnya cuma buat ngebanding - bandingin mending ga usah lah. Ya kalo jadi encouragement, lah kalo ujungnya anak saya yang dijelek - jelekin kan males shay! #mamisewot HAHAHA 

Saya belajar komen dan ngomong seperlunya. Abis suka galakan yang nanya sih ujungnya, kan jadi takut ya! Kadang udah nanya dikasih tau ngeyel ga dengerin. Kalo kata si Abang, "Itu mah emang sifat dasar perempuan, sok - sok nanya padahal sebenernya cuma pengen mengutarakan pendapat aja, kasih tau gitu. Udah tau maunya apa tapi biar kesannya baik jadi nanya" .. HAHAHA .. Soalnya saya sering nanya tapi ujungnya saya ngotot! Kamu udah kebal ya, Rai? :)

Marilah kita sebagai sesama ibu - ibu saling menyemangati, bukan saling menghianati! He?! Intinya nyinyir-free zone lah! Motherhood is tough and it will be nicer if you have someone who walk the same path with you, holding your hands! 


I Know Who I Am
I'm neither a parenting expert nor parenting pro! I'm one blessed #MillenialMamayukero ;) And yes, parenting is a tough job for me. I don't know about you. It's not just about having a kid, feed them with food, and dress them with clothes. It's more than just make them survive but how to make them strive in this crazy world! Yes people, the world is getting crazier!

The quality that matters! 

And it comes from high quality parents. 

You have to know who you really are! 

I know who I am! 

Saya rasa menjadi seorang #MillenialMom itu kita harus bener - bener punya landasan dan fondasi yang kuat dalam hidup. You have to have those unshakable foundation in this shakable world. Mine, I found in God! Being a mom teach me not to measure my life, my kid's progress using someone else's ruler. I learn to be grateful more, content more with everything that I have. I have to many flaws to be a perfect mom, but too many blessings to be ungrateful.

Saya belajar saat saya bisa berdamai dengan diri saya, embrace my motherhood, dan deket sama Tuhan di sana saya dapet kekuatan to go trough all the dramas. And having say that, I also more than grateful to have Abang who walk in the same shoes with me. It takes two to tango!

Being a #MillenialMom also means that you're life won't stop there when you're a mom. It just started! Buckle up and get ready to learn and learn and learn. Saya rasa itu yang pada ujungnya membedakan ibu satu dengan yang laennya. Bukan soal gimana metode lahirannya, bukan anaknya minum ASI atau sufor, tapi kemauan untuk selalu terus belajar, berusaha, and yes berdoa! 

Setiap kita tentunya beda latar belakang, cara pandang, pola pikir, how we react to things and nothing wrong with that. Yang salah kalo uda mulai ngebanding - bandingin! I did that and I got myself destructed slowly .. then I realized I more than this! 

Are there any #MillenialMom out there agree with me?

Welcome to the club! :)

Comments

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  2. Topiknya ahzeeeeek sekali, Mom! ((:

    Setujuh banget deh sama poin mom vs mom. Nggak pernah mikir sebelumnya jadi Mama di era sekarang ini tuh kejam sekali, ya!

    Pas hamil aku nggak pernah tau tuh ada akun-akun #mommyreview. Begitu anak udah brojol dan lagi 'jaga kandang' selama 30 hari, apalagi yang bisa dilakukan selain scrolling Instagram. Baru sadar ternyata sosmed itu bisa jadi racunnnn. Pernah banget aku ngebandingin diri sendiri bahkan anakku dengan yang di Instagram, apalagi jaman Josh susah makan. But thanks to social media too, aku jadi lebih terima diri sendiri (dan tentunya Josh) apa adanya.

    Jadi mami millennial truly a blessing! And I thank God for it :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha dapet inspirasi pas makan cheetos! HAHAH :)

      iya aku juga tau pas udah jadi ibu rumah tangga, sambil nyusuin tangan sibuk scrolling hahaha *guilty as charged*

      iya semangat buat sesama #millennialmom :)

      Delete

Post a Comment