5 Things I learn in My #MAMAYUKERO Journey


Saya memang termasuk dalam kategori newbie dalam dunia #MAMAYUKERO, baru juga 2.5 tahun dan sebagai seseorang dengan latar belakang akademis Early Childhood Education, saya ngerasanya sedikit lebih "siap" buat menjalankan peran saya sebagai seorang ibu karena udah berbekal teori dan pengalaman ngajarin anak orang tapi kenyataannya eng ing eng dung dung ceng, kalo anak sendiri beda! Jeng jeng jeng!! HOHOHO ..

Just like the other moms out there, I was having my own struggle from fighting the baby blues, belajar menyusui, ngoprek - ngoprek dapur pas MPASI, belajar menerapkan disiplin, tentuin screen time, ngajarin gosok gigi, nyanyi - nyanyi macam radio rusak, belom acara misuh - misuh sendiri, dan segabruk endebre endebra laennya ... As we know, kids don't come with the manual book and so does parenting. Yes, I know there are lots of parenting books, seminar, and classes but you all know at the end of the day, we all, or at least me learning by doing. And googling! HAHAHA ... Jadi ibu itu emang sesuatu banget ya! Sesuatu bahagianya, sesuatu capenya, sesuatu bangganya, sesuatu gemesnya, sesuatu lah pokoknya! ;)

And here are 5 things (and more to come) that I learn in my #MAMAYUKERO journey ...

1. IT'S A PRIVILEGE TO BE A #MAMAYUKERO
Sebuah anugrah bagi saya dipercayakan sama Tuhan untuk jadi seorang Ibu. It may sounds so cliche but you'll understand when you're a mom. Saya ga mau dan ga berhak komentar atas hidup orang laen dalam urusan anak, tapi saya sadar betul kalo saat ini saya bisa jadi seorang ibu itu suatu anugrah. Yes, I really cherish my new status; MOTHER!

I did share in my instagram that after we got married, we decided to postpone having kids due to some personal reasons and obligations. Niatan nunda dari dua tahun, eh bablas sampe 5 tahun. Ada masa dimana saya ngerasa nyaman banget dengan situasi berdua dan sempet terlontar untuk ga mau punya anak, but we finally decided that we want to have our own children. Bukan karena emang udah harus begitu aturannya, you know pacaran-menikah-punya anak, tapi we're both agree that having children is one of God's gifts in a marriage dan juga kalo kata Abang, "Untuk menggantikan aku sama kamu untuk bikin dunia jadi lebih baik lagi", ...

Cut story short, Gide cama along! Tuhan langsung kasih Gide begitu kami memutuskan this is it! Saya cuma bisa bilang ini anugerah dan kepercayaan dari Tuhan. Jangan tanya berapa banyak pertanyaan, nasihat, dan wejangan soal kita menunda anak terus juga seakan - akan ada yang "menghakimi" karena banyak orang yang belom dapet tapi koq kita kesannya sok banget nunda. Well, I don't blame them or anybody else because of that since it should be the common way. I'm not here to debate about your options or believe, or everything. I just want to emphasize that being entrusted to have children is a privilege for me personally. That's it! Again, I only can say being a #MAMAYUKERO is a privilege :)

2. WHO'S THE BABY'S DADDY
Ya pasti si Abang lah! Laki - laki mana lagi coba?! HAHAHA ... Anyway, waktu Gide lahir, tanpa sadar fokus saya berubah 180 derajat ke Gide, Gide, dan Gide! Gide ini, Gide itu, pokoknya dunia saya tentang Gide! Kesannya dunia ini cuma isinya Gide sama Mami! Daddy ngontrak! HAHAHA ... Tanpa saya sadari, saya memonopoli Gide! Lah macam VOC ya aku ini! I realized this is a family of three which means Daddy has the same right to spend time with Gide! Saya sempet jadi emak - emak rese yang protes ke bapaknya kalo harus pakein hair lotion dulu baru body lotion, lah kan sama aja yang penting pake dua - duanya! Pokoknya kalo bapaknya lagi sama anaknya saya tetep kepo - kepoin terus akhirnya suka bete karena ga punya me time! Lah rese bener yak!

As time goes by, Gide tuh jadinya nempel sama saya terus dan saya jadi sempet kewalahan sendiri terus sempet kesel kenapa anaknya ga mau sama bapaknya. Ya emang sih saya tau karena Gide spend most of his time with me like automatically lebih mau sama mami cuma waktu itu beneran ga mau sama sekali sama bapaknya. Saya sedih, bapaknya sedih, anaknya ya biasa aja belom ngerti apa - apa. Akhirnya saya belajar buat kasih Abang bener - bener punya quality time sama Gide dan saya menjauh! Usaha menjauh juga kadang masih gagal karena anaknya tetep suka nyamperin. Haish! Tapi ya awalnya kita paksain aja anaknya sama bapaknya berdua doank terserah mau ngapain. Saya juga belajar untuk mendukung Abang dalam segala keputusannya dalam mendidik Gide termasuk kalo lagi kena pep talk alias diomelin, if you know what I mean. I'm more that grateful for a life time partner like Abang, the one who willingly run extra miles to take this fatherhood challenge! I know it's not that easy for him but for everything he has done for Gide, I never been proud! We're making a great team on this! Yeah!

Gide kalo pagi - pagi suka bilang gini, "Daddy udah pergi office. Nanti Daddy pulang Gide hug and kiss ya! Bilang hello daddy" ...  Gemes kan! Ga ada yang lebih bikin saya bahagia dan cenut - cenut di saat yang bersamaan kalo bapak anak ini lagi maen. Koq bisa ya dan ada aja ide maenan kayak gitu yang saya tuh ga kepikir, terus kalo udah berduaan bisa cekakakan sendiri ..

 
3. TAKE ONE STEP AT A TIME
Siapa di sini yang mau hidupnya mulus?! Saya!! Ya iya lah!! Siapa yang mau mukanya juga mulus?! Saya juga! Loh?! HAHAHA ... Idealnya anak lahir, lansung cepet pulih pasca melahirkan, langsung lancar menyusui langsung, bla bla bla .. Terus pengen anaknya tidur semaleman ga bangun - bangun, makan gampang, dikasih makan apa aja mangap, bisa baca tulis. Loh?! HAHAHA .. But you know life doesn't work that way and once I caught up in my idealism! Halu banget deh pokoknya! 

I learn to embrace the moment and take one step at a time, and that's including asking for help if I need one! Ceritanya kan mau jadi buibuk jagoan cuma apa daya emang bukan superhero yak! Taking one step at a time doens't make you less mom! Trust me! Taking one step a time, even the smallest steps will make you grow stroger coz you're building the foundation right. Dari yang gerabukan saya coba diem, refleksi, introspeksi, and make peace to myself, letting myself know that all this thing is a new journey and it's totally okay to take one step at a time .. and furthermore, it's okay not to be okay coz all of us are still human being!

Forget about the picture perfect on the instagram feed! Please du'uh!! Semuanya juga pasti ada behind the scene yang kita ga tau. All we need to do is an open heart and mind to keep on learning and embracing this journey. At the end of the day, our happiness is the most important thing. Happy mommy, happy baby means happy family! Beneran sis! Percayalah sama saya!! Apa yang dirasakan seorang ibu itu bisa dirasakan juga oleh sang anak. Kalo ibunya ngerasa galau, anaknya juga bisa galau. Ibunya cemas, anaknya cemas. Ibunya tenang anaknya juga begitu. So mommies, lean back and embrace the journey, and yes that includes the waking up in the middle of the night ;)


 4. YOUR MOM IS NOT ALWAYS RIGHT, BUT SHE'S STILL YOU MOM
With all my respects dan tidak bermaksud durhaka, sometimes I do trust google better than my mom these days! I think it's more to generation gap and somehow I need more logic and scientific explanation than "katanya harus begini" or "dari dulu tuh emang begitu" ... Seperti apa hubungannya kasih satu sendok kopi dengan anak kejang atau kenapa kalo payudara bengkak dikasih kol, something like that. I don't mind doing all that but can I get the valid reasons behind all that. Anyone with me?!

Salah satu drama yang sering saya denger dan pernah saya alami juga adalah ketika oran laen, dalam hal ini bisa jadi ibu sendiri, ibu mertua, atau ibunya orang laen itu ikut berperan aktif dalam menentukan hal ini dan itu atas anak kita. Beuh, kata yang dipake berperan aktif! HAHAHA ... Ga sedikit juga orang jadi cekcok gara - gara urusan ini loh, jadi sewot - sewotan karena beda pola asuh, beda pendapat, padahal harusnya anak atau cucu itu ada untuk jadi mempererat tali kekeluargaan ya ..

Puji Tuhan baik mami dan mami mertua saya itu tipenya kayak balik lagi terserah kita sebagai orang tua. Ya mereka sih kasih masukan ini itu tapi mereka juga membiarkan saya sama Abang untuk memutuskan. Awal - awal tuh rasanya sempet gemes tiap hari diomongin ini itu yang ada beberapa hal ga masuk akal cuma lama - lama saya ambil sisi positifnya aja. Intinya mereka sayang kita! 

In my #MAMAYUKERO journey, saya belajar untuk menghargai setiap pendapat, masukan yang mereka kasih dengan selalu berkata "Iya" sebagai jawaban pertama. Alesannya karena mereka orang yang lebih tua dan patut kita hargai dan mereka udah melewati fase yang kita alami. Alesan kedu, biar cepet dulu biar abis itu baru saya telaah! HOHOHO ...  Biasanya saya kayak, "Oh gitu ya mi, oke ntar aku coba diskusi dulu sama si Rai gimana baiknya. Thank you ya, mi!" ... Puji Tuhan selama ini ga pernah ada cekcok gimana kecuali bagian dimana mereka mau beliin satu isi toko maenan buat Gide! Ngerti kan maksudnya?! HAHAHA ...

Saya bersyukur sih punya baik keluarga sama maupun Abang itu tipenya yang demokratis dan dan bisa terima feedback dan lumayan terbuka sama google! HAHAHA .. Penting loh! Abis kalo ga agak susah ya jelasinnya! Being a #MAMAYUKERO in this digital era doensn't make you more cool if you don't know how to pay a respect to the older generation. Their thoughts might be different from us, way much different but they're still our parents after all and we are here because of them as well. Or the least thing you can do, teach them how to google! Kalo saya langsung screen shot terus taro di WA aja! HOHOHO :)

5. BE YOUR OWN KIND BEAUTIFUL
... or in my lingo, Be your own kind #MAMAYUKERO! Azek!

Saya inget betul ada yang pernah bilang sama saya waktu hamil begini, "Gill, when you become a mother, please don't loose yourself, be the same person like who you are now" .. Umh, waktu itu saya iya - iya aja karena saya belom nangkep bener maksudnya gimana dan saya mikir juga ya ga mungkin juga lah saya berubah sampe gimana banget, udah dari sononya begini kan?! But I was wrong. Jadi seorang ibu sadar atau tidak sadar membuat seseorang berubah, at least saya yah. And changes can be both ways, good and bad. Sisi baiknya saya jadi lebih dewasa, ehem! Ga juga sih! Loh gimana sih Gill!? HAHAHA ... Saya ngerasa sejak jadi seorang ibu secara ga langsung karakter saya dibentuk ulang loh, ya tentunya buat saya versi lebih baik. I have to learn how to say calm when dealing with unwanted circumstances, to embrace and fight at the same time my fear and anxieties, to trust and lean on to God more. On top of that saya belajar juga untuk terus sayang sama diri kitai sendiri, percaya sama diri kita sendiri kalo kita itu adalah ibu yang terbaik buat anak kita .. Segitunya bener sih Gill?! Itu yang saya rasain yaaaa karena kalo kita ga mulai semua dari diri kita sendiri kita tuh bakal gampang galau dan baperan sana sini ...

Saya percaya sama seperti setiap anak yang diciptakan spesial, setiap ibu juga dengan setiap ibu dan tugas kita sebagai seorang ibu to always be honest about ourselves and be our own kind beautiful. Ga lupa dengan era sosial media jaman now yang warbiasak dimana orang, ehem maksudnya saya tuh gampang banget baperan liat postingan ini itu, anak si ini udah bisa begini begitu, belom lagi ada barang - barang merek ini itu yang rauwis - uwis, ... What to do what to do?! Ga mungkin kan kita pindah ke gunung terus mengisolasi diri biar ga terkontaminasi sama racun - racun dunia. Duh apa sih bahasa gw! Bottom line, again and again be your own kind beautiful, mamas! :)

Looking forward to share more stories in my #MAMAYUKERO journey! Cheers to motherhood :)



- Ain't no hood like motherhood -



Comments

  1. gua juga pas waktu hamil mikir hal yang sama... dengan pengalaman gua ngajar selama hampir 10 tahun lebih, dan uda hafal banget sama dunia anak2, gua ngerasa lebih pede memasuki dunia motherhood... tapi setelah jayden lahir.... blas hilang semua teori2 yang ada hahahaha... lalu gua sadar, ngurusin anak orang itu kan paling cuma 1-2 jam, sementara anak sendiri kudu 24 jam hahahaha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa beda ya kalo anak sendiri, hehehe ... kena batunya deh gw karena sok tau hahaha :)

      Delete
  2. Aih, kusuka dengan tulisanmu ini ci <3

    Poin keempat BENER banget, dah! Ada beberapa hal yang lumayan bika nyesel karena nggak dengar kata nyokap. Ada beberapa hal juga yang aku lakukan karena manut sama belio, and it works all the time. As in Jay Chou's song yah, listen to your Mama LOL.

    Cheers to motherhood!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahah ding mama dehua itu ya hahaha .. aku cuma tau lagu itu doank hahaha

      Delete

Post a Comment